Kamis, 02 Juli 2020

Analisa Sederhana Pengakuan Iman Westminster (1647) Bab 5

Sebagai salah satu Pengakuan Iman Westminster yang hadir pada tahun 1647. Dan terus diharapkan untuk dapat melayani gereja yang ada di abad ke-21. Berikut merupakan analisa yang disandur dalam buku karya G. I. Williamson berjudul Pengakuan Iman Westminster yang ada di website Momentum. Jadi jika ingin membaca details lebih lengkapnya alangkah baiknya untuk membuka dan membeli di website Momentum.

Westminster
Westminster
Gambar oleh
Piero Di Maria dari Pixabay -- Westminster

Sebelumnya merupakan Analisa Sederhana Pengakuan Iman Westminster (1647) Bab IV

Berikut dibawah ini Analisa sederhana dari Pengakuan Iman Westminster Bab V mengenai Providensi.

Bab V Providensi

1. Allah Sang Pencipta agung segala sesuatu, menopang, mengarahkan, mengatur, dan memerintah semua ciptaan, tindakan, dan perihal, dari yang terbesar hingga yang terkecil, dengan providensi-Nya yang paling bijaksana dan kudus, seturut pra-pengetahuan-Nya yang sempurna, dan keputusan kehendak-Nya yang bebas dan tidak berubah, untuk memuji kemuliaan kebijaksanaan, kuasa, keadilan, kebaikan, dan kasih setia-Nya.

Analisa Bab V artikel 1
Bagian Pengakuan Iman ini mengajarkan :
  1. bahwa Allah,yang menciptakan segala sesuatu, juga menopang (memelihara) seluruh keberadaan ciptaan-Nya itu;
  2. bahwa Allah memiliki kendali mutlak atas seluruh ciptaan-Nya itu;
  3. bahwa kendali mutlak ini menyangkut semua ciptaan dan tindakan mereka, serta semua kejadian di alam ini;
  4. bahwa kendali mutlak ini mengefektifkan pelaksanaan rencana Allah yang telah ditetapkan, dan;
  5. tujuan dari semuanya adalah untuk kemuliaan Allah.

2. Meskipun, dalam hubungannya dengan pra-pengetahuan dan dekrit Allah yang adalah penyebab utama, segala sesuatu terjadi secara tidak berubah dan sempurna; akan tetapi oleh providensi yang sama, Allah memerintahkan mereka untuk terjadi seturut natur penyebab kedua, baik secara niscaya, bebas, atau kontingen.
3. Allah di dalam providensi biasa mempergunakan sarana-sarana; akan tetapi Allah seturut kehendak-Nya, bebas untuk berkarya di luar, melampaui atau bertentangan dengan sarana-sarana itu.
4. Kemahakuasaan, hikmat yang tak terselami, dan kebaikan yang tak terbatas dari Allah, sejauh ini dinyatakan melalui providensi-Nya, yang bahkan mencakup kejatuhan pertama, dan segala dosa dari malaikat-malaikat dan manusia-manusia; dan kejatuhan dan dosa-dosa itu tidak dibiarkan begitu saja, sebaliknya dibatasi dengan cara yang paling bijaksana dan berkuasa, dan juga mengatur dan mengendalikan dosa-dosa itu dalam berbagai dispensi demi tujuan-Nya yang kudus. Akan tetapi, karena dosa hanya bersumber dari ciptaan dan tidak pernah bersumber dari Allah yang adalah mahakudus dan mahabenar, maka bukan Allah yang menciptakan dan yang menyetujui dosa.
5. Allah yang mahabijaksana, mahabenar, dan mahapemurah, terkadang membiarkan anak-anak-Nya di dalam banyak cobaan dan kecemaran hati mereka sendiri untuk waktu tertentu, dengan tujuan untuk menegur mereka atas dosa-dosa terdahulu, atau untuk menyibakkan kepada mereka kekuatan kecemaran dan penipuan yang tersembunyi di dalam hati mereka, sehingga mereka bisa menjadi rendah hati, dan untuk membawa mereka kepada ketergantungan yang erat dan terus-menerus kepada Allah sendiri, untuk mendukung mereka dan untuk menjadikan mereka lebih berhati-hati terhadap segala perbuatan dosa di masa yang akan datang, dan untuk berbagai tujuan lain yang adil dan kudus.
6. Orang-Orang fasik dan kafir, dikarenakan dosa-dosa mereka sebelumnya, dibutakan, dan dikeraskan oleh Allah yang adalah Hakim yang benar. Allah tidak hanya menahan dari mereka anugerah-Nya yang bisa mencerahkan mereka di dalam pemahaman, dan yang bisa berpengaruh di dalam hati mereka; tetapi kadang-kadang Allah juga menarik karunia-karunia yang mereka miliki dan membiarkan mereka pada tujuan-tujuan yang sedemikian rupa sehingga kecemaran mereka menimbulkan dosa, dan selain itu, menyerahkan mereka kepada nafsur mereka sendiri, cobaan-cobaan dunia, dan kuasa iblis. Dari semua tindakan ini mereka akan mengeraskan hati mereka, bahkan terhadap sarana-sarana yang Allah pergunakan untuk melembutkan orang lain.
7. Sebagaimana providensi Allah secara umum menjangkau segala ciptaan, maka secara khusus providensi ini memelihara Gereja-Nya dan menjalankan segalanya demi kebaikan Gereja-Nya.

Analisa Bab V artikel 2 - 7
Bagian Pengakuan Iman ini ditunjukan untuk menangkis kesimpulan-kesimpulan salah yang dibuat oleh manusia dari providensi yang telah kita bahas sebelumnya. Pada bagian ini diajarkan :
  1. bahwa kedaulatan total Allah tidak menghancurkan integritas kebebasan manusia;
  2. juga tidak menyangkal pengoperasian penyebab kedua;
  3. bahwa Allah bebas menangguhkan "hukum-hukum" (dan penyebab-penyebab) ini seturut kehendak-Nya;
  4. bahwa Allah menetapkan kejatuhan manusia tetapi Allah tidak melakukan hal yang jahat, dan;
  5. bahwa kedaulatan Allah menjangkau sampai kerja hati manusia (baik yang sudah selamat maupun yang belum), tanpa berpartisipasi di dalam dosa.


Next Lanjut pada Analisa Sederhana Pengakuan Iman Westminster Bab VI.

Sumber :
Williamson, G. I.  2017. Pengakuan Iman Westminster. Surabaya: Momentum.

Sumber foto :
Gambar oleh Piero Di Maria dari Pixabay -- Westminster