Minggu, 05 Juli 2020

Analisa Sederhana Pengakuan Iman Westminster (1647) Bab 31

Sebagai salah satu pengakuan iman Westminster yang hadir pada tahun 1647. Dan terus diharapkan untuk dapat melayani gereja yang ada di abad ke-21. Berikut merupakan analisa yang disandur dalam buku karya G. I. Williamson berjudul Pengakuan Iman Westminster yang ada di website Momentum. Jadi jika ingin membaca details lebih lengkapnya alangkah baiknya untuk membuka dan membeli di website Momentum.

Westminster
Westminster
Gambar oleh
Steve Bidmead dari Pixabay -- Westminster

Sebelumnya yang merupakan Analisa Sederhana Pengakuan Iman Westminster (1647) Bab XXX dan Analisa Sederhana Pengakuan Iman Westminster (1647) Bab XXIII mengenai Pemerintahan Sipil

Berikut dibawah ini Analisa sederhana dari Pengakuan Iman Westminster Bab XXXI mengenai Sinode dan Konsili serta lanjutan dari Pengakuan Iman Westminster Bab XXIII artikel 3.mengenai Pemerintahan Sipil


Bab XXIII artikel 3 Mengenai Pemerintahan Sipil

3. Pemerintahan sipil tidak berhak mengambil wewenang bagi diri mereka sendiri untuk pelayanan Firman dan sakramen-sakramen, atau kuasa kunci-kunci Kerajaan Sorga. Akan tetapi, pemerintahan sipil memiliki otoritas, dan merupakan kewajibannya untuk menjaga ketertiban, agar keutuhan dan kedamaian terjaga di dalam gereja, agar kebenaran Allah dijaga tetap murni dan utuh, agar semua hujatan dan ajaran sesat ditekan, agar semua penyalahgunaan penyembahan dan disiplin dicegah dan diubah, dan agar ketetapan-ketetapan Allah ditetapkan, dilaksanakan, dan diperhatikan dengan taat. Untuk lebih mengefektifkan semua hal ini, pemerintah berhak memerintahkan diadakannya sinode-sinode, untuk hadir di dalamnya, dan untuk menjamin bahwa segala sesuatu yang dibahas di dalamnya merupakan perkara-perkara yang sesuai kehendak Allah.

Bab XXXI Sinode dan Konsili

1. Untuk mendapatkan pemerintahan yang lebih baik dan untuk lebih menguatkan gereja, haruslah terdapat persidangan yang umumnya disebut sinode atau konsili.
2. Sebagaimana pemerintahan sipil bisa secara benar memanggil dadakannya sinode hamba-hamba Tuhan dan orang-orang lain yang tepat untuk hal ini, untuk berkonsultasi dan meminta nasehat mengenai perihal-perihal agamawi, maka jika pemerintahan terang-terangan menjadi musuh gereja, hamba-hamba Kristus sendiri, atas prakarsa mereka sendiri, hamba-hamba Kristus sendiri, atas prakarsa mereka sendiri, berdasarkan wewenang jabatan mereka, atau mereka dan orang-orang lain yang tepat, yang diutus oleh gereja mereka masing-masing, bisa bertemu bersama di dalam persidangan seperti itu.

Analisa Bab XXIII artikel 3 dan XXXI artikel 1 - 2
Bagian Pengakuan Iman ini mengajarkan kepada kita :
  1. bahwa pemerintahan sipil tidak diperbolehkan mengambil wewenang untuk menyampaikan Firman Allah, melaksanakan sakramen-sakramen, atau menjalankan disiplin;
  2. bahwa pemerintahan sipil memiliki otoritas untuk menjamin bahwa keutuhan dan kedamaian tercipta di dalam gereja, dan bahwa kesalahan dan penyalahgunaan di dalam ibadah dan disiplin dicegah atau diperbaiki;
  3. bahwa pemerintahan sipil berkuasa untuk memerintahkan diadakan sinode-sinode, dan untuk hadir di sinode-sinode itu untuk melihat bahwa apa yang dibahas adalah sesuai dengan kehendak Allah; 
  4. bahwa harus terdapat sinode-sinode dan konsili-konsili untuk pemerintahan gereja, dan;
  5. bahwa meskipun pemerintahan sipil berkuasa untuk memerintahkan diadakan sinode, pejabat-pejabat gereja juga berkuasa untuk mengadakan sinode-sinode jika pemerintahan sipil merupakan musuh terbuka terhadap gereja.

Teks Revisi dari hal ini.

Bab XXIII artikel 3 Pemerintahan Sipil (Revisi)

3. Pemerintahan sipil tidak berhak mengambil wewenang bagi dirinya sendiri untuk pelayanan Firman dan sakramen-sakramen, atau kuasa kunci-kunci Kerajaan Sorga; atau campur tangan dalam perkara-perkara iman apa pun. Akan tetapi, sebagai bapa-bapa yang memelihara merupakan kewajiban dari para pejabat pemerintah untuk melindungi Gereja milik Tuhan kita bersama, tanpa memberikan preferensi kepada denominasi Kristen yang mana pun melebihi yang lainnya, dengan cara yang sedemikian rupa sehingga semua pejabat gerejawi bisa menikmati kemerdekaan yang sepenuhnya, sebebasnya, dan tanpa keraguan di dalam menjalankan setiap bagian dari tugas-tugas sakral mereka, tanpa ancaman maupun bahaya. Dan, karena Yesus Kristus telah menetapkan pemerintahan dan disiplin yang teratur di dalam Gereja-Nya, tidak ada hukum dari pemerintahan mana pun yang boleh campur tangan, atau menghambat, pelaksanaan ketetapan-ketetapan itu di antara mereka yang menjadi anggota-anggota secara sukarela dari setiap denominasi Kristen, menurut pengakuan iman dan kepercayaan mereka. Merupakan kewajiban para pejabat pemerintah sipil untuk melindungi pribadi dan nama baik dari semua warga mereka, dengan cara yang efektif sedemikian rupa sehingga tidak satu pribadi pun yang diperbolehkan, baik dengan dalih agama atau ketidaksetiaan, untuk melakukan hal yang tidak pantas, kekerasan, penyerangan, atau pengrusakan kepada pribadi mana pun; dan untuk menjaga ketertiban, sehingga semua perkumpulan religius dan gerejawi bisa dilaksanakan tanpa pelecehan atau gangguan.

Bab XXXI artikel 1 - 2 mengenai Sinode dan Konsili (Revisi)

1-2. Untuk mendapatkan pemerintahan yang lebih baik dan untuk lebih menguatkan gereja, haruslah terdapat persidangan yang umumnya disebut sinode atau konsili; dan merupakan hak penilik-penilik dan pejabat-pejabat lainnya di dalam gereja-gereja, berdasarkan wewenang jabatan mereka, dan kuasa yang telah Kristus berikan kepada mereka untuk membangun dan bukannya menghancurkan, untuk melaksanakan persidangan-persidangan seperti itu; dan untuk bersidang bersama di dalamnya, sesering yang mereka pandang perlu demi kebaikan gereja.


Analisa Revisi Pengakuan Iman Westminster Bab XXIII artikel 3 dan XXXI artikel 1 - 2
Kita percaya revisi ini merupakan cara yang sangat baik.  Pengakuan Iman Westminster harus dihormati, tetapi bukan dikarenakan usianya yang begitu tua. Kita tidak percaya bahwa Pengakuan Iman ini memerlukan koreksi lebih lanjut, kecuali di dalam beberapa detail minor. Tetapi revisi ini tidak membuat penghargaan kita terhadap integritas yang luar biasa dari dokumen ini menjadi menurun hanya dikarenakan adanya kesalahan di satu atau dua bagian. Pemeriksaan yang teliti terhadap Pengakuan Iman ini dalam terang Alkitab akan menunjukkan kesalahan di satu bagian ini tetapi juga akan menunjukkan kebenaran yang dinyatakan di dalam seluruh bagian lain dari Pengakuan Iman Westminster.

3. Sinode-sinode dan konsili-konsililah yang berwenang untuk memutuskan kontroversi-kontroversi mengenai iman dan kasus-kasus yang menyangkut hati nurani sesuai kewajiban jabatan pelayanan, untuk meletakan aturan-aturan dan arahan-arahan bagi pelaksanaan ibadah umum kepada Allah dan pemerintah gereja-Nya secara lebih baik, untuk menerima keluhan-keluhan atas penyimpangan-penyimpangan dalam menjalankan jabatan pelayanan, dan berwenang untuk memberikan keputusan tentang hal itu, dan jika dekrit-dekrit dan keputusan-keputusan itu selaras dengan Firman Allah, haruslah diterima dengan hormat dan tunduk, bukan saja dikarenakan keselarasan dengan Firman, tetapi juga dikarenakan kuasa yang dengannya dekrit dan keputusan itu dibuat, yang merupakan keputusan Allah sebagaimana ditunjukkan di dalam Firman-Nya.
4. Semua sinode atau konsili sejak para rasul, baik yang umum maupun khusus, bisa memuat kesalahan dan banyak yang telah membuat kesalahan. Karena itu, sinode-sinode dan konsili-konsili tidak boleh dijadikan aturan bagi iman dan praktik, tetapi hanya sebagai bantuan untuk keduanya.

Analisa Bab XXXI artikel 3 - 4
Bagian Pengakuan Iman ini mengajarkan kepada kita :
  1. lingkup otoritas yang dimiliki oleh sinode-sinode dan konsili-konsili;
  2. derajat atau ukuran otoritas yang mereka miliki, dan;
  3. pembatasan dari kuasa mereka karena kemungkinan pelaksanaannya yang tidak sempurna.

5. Sinode-sinode atau konsili-konsili tidak boleh menangani atau memutuskan apa pun selain perihal-perihal gerejawi dan tidak boleh campur tangan di dalam permasalahan-permasalahan sipil yang menyangkut urusan negara, kecuali dengan cara pengajuan petisi secara rendah hati di dalam kasus-kasus yang luar biasa, atau dengan cara memberikan nasehat-nasehat bagi pemuasan hati nurani jika sinode dan konsili diminta oleh pemerintahan sipil untuk melakukan hal itu.

Analisa Bab XXXI artikel 5
Bagian Pengakuan Iman ini mengajarkan kepada kita :
  1. bahwa sinode-sinode dan konsili-konsili haruslah memusatkan diri mereka kepada permasalahan-permasalahan gereja;
  2. bahwa mereka tidak boleh ikut campur ke dalam permasalahan-permasalahan negara; 
  3. akan tetapi mereka boleh berbicara tentang masalah sipil di dalam kasus-kasus yang luar biasa yang melibatkan permasalahan-permasalahan vital terhadap gereja, dan;
  4. bahwa mereka juga boleh memberikan nasihat kepada pemerintahan sipil jika itu diminta.

Next Lanjut pada Analisa Sederhana Pengakuan Iman Westminster Bab XXXII.

Sumber :
Williamson, G. I. Pengakuan Iman Westminster. 2017. Surabaya: Momentum.

Sumber gambar :
Gambar oleh Steve Bidmead dari Pixabay -- Westminster